Capai 2200 Episode, Tukang Ojek Pengkolan Naik Takhta

By amad - January 13, 2020


Pencapaian kesuksesan sebuah sinetron di Indonesia ditandai dengan jumlah episode yang panjang, rating sinetron yang tinggi, lama durasi jam tayang, popularitas pemeran, dan lama durasi iklan. Hal inilah yang menjadi target dari setiap penayangan sinetron-sinetron di seluruh stasiun televisi di Indonesia.

Jumlah Episode dan Durasi Tayang

Tukang Ojek Pengkolan (TOP) berhasil menjadi sinetron dengan episode terpanjang pada Kamis, 2 Januari 2020 dengan membukukan sebanyak 2.200 episode. TOP berhasil melewati pencapaian sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series (RCTI) yang sebelumnya menempati posisi pertama sinetron dengan episode terpanjang di Indonesia dengan jumlah episode sebanyak 2.185 pada masa penayangan akhirnya Selasa, 7 Februari 2017. Posisi ketiga ditempati oleh Dunia Terbalik dengan total 1.889 episode (2 Januari 2020), posisi keempat ditempati oleh Anak Langit dengan total 1.468 episode (2 Januari 2020). Selain keempat judul tersebut, Jodoh Wasiat Bapak menjadi pelengkap di posisi kelima dengan membukukan sebanyak 1.042 episode pada masa penayangan akhirnya Jumat, 26 Juli 2019.

Berkat panjangnya episode TOP, sutradaranya pun sudah berganti-ganti sejak episode perdana, beberapa sutradara yang sempat menyutradarai TOP antara lain Iip S. Hanan (Episode 1-282), Violano Tenori (Episode 283-581), Harun Zein (Episode 582-954), Dodi Sanjaya (Episode 955-1500), Acum (Episode 1501-2050), dan Dewo Dwipa (Episode 2051-sekarang).

Gambar 1. Poster Tukang Ojek Pengkolan sebagai sinetron dengan episode terpanjang di Indonesia
(Sumber: instagram.com/mnc_pictures, diakses 12 Januari 2020)

Masa tayang TOP sudah memasuki 1.714 hari pada Kamis, 2 Januari 2020 dan hingga kini menjadi tumpuan utama serta merupakan sinetron andalan RCTI sejak tahun 2019. TOP konsisten menempati jam tayang barunya pada prime time dari pertengahan 2019 sampai perpindahan terakhir kali setelah hadirnya sinetron Dewi pada Senin, 11 November 2019 yaitu menempati slot pukul 19.10 s.d. 21.45 WIB. Jam tayang tersebut masih berlaku hingga penayangan TOP di tahun 2020 dengan diawali oleh Dewi pada pukul 18.00 s.d. 19.10 WIB dan dilanjutkan oleh Dunia Terbalik pada pukul 21.45 s.d. 23.45 WIB.

Tentang Tukang Ojek Pengkolan

TOP merupakan sinetron yang ditayangkan oleh RCTI sejak Sabtu, 25 April 2015. Sinetron ini pada awal penayangannya menghuni slot sore hari pukul 17.30 WIB mengekor suksesnya Preman Pensiun (PP) yang telah hadir lebih awal. MNC Pictures sebagai rumah produksi yang telah sukses membuat PP menyetorkan TOP pada RCTI ketika slot sore harinya mulai melemah. TOP yang bergenre drama komedi sukses menyita perhatian pemirsa setia RCTI sehingga membawa angin segar untuk slot sore hari.

Jajaran pemain utama TOP tidak dipenuhi oleh bintang-bintang sinetron ternama yang sering wara-wiri di Layar Drama Indonesia milik RCTI. Pasalnya, MNC Pictures bukanlah rumah produksi yang menaungi aktor sekelas Rezky Adhitya ataupun aktris sekelas Nikita Willy. Aktor dan aktris yang hadir di setiap adegan TOP atau rumah produksi yang memproduksi TOP tidak memiliki background sebagai pemain sinetron ataupun film populer atau sebagai pemproduksi sinetron ataupun film populer.

MNC Pictures hadir sebagai rumah produksi pelengkap pada periode sebelum tahun 2015, ia hanya memproduksi Film Televisi (FTV) atau sinetron yang dipasok ke Media Nusantara Citra Televisi (MNCTV) yang tak banyak dikenal khalayak ramai. Sinetron produksi MNC Pictures mulai masuk ke Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang merupakan stasiun  televisi utama milik MNC Group sejak Senin, 12 Januari 2015 dengan judul Preman Pensiun. Sinetron pertamanya tersebut mendapatkan kesuksesan yang tidak diduga sebelumnya, PP yang menempati slot sore hari berhasil memikat hati pemirsa sehingga diproduksi sampai tiga season pada tahun 2015.

Gambar 2. Logo MNC Pictures yang memproduksi TOP
 (Sumber: mncpictures.com, diakses 24 September 2019)

Aris Nugraha sebagai kreator Preman Pensiun berhasil menghadirkan drama komedi yang berbeda dan memiliki ciri khas kedaerahan di setiap ceritanya. Background Sunda yang menempel erat pada PP dijadikan strategi khusus dalam penggarapan TOP yang bernuansa Betawi. Aris Nugraha melalui ANP Films menginisiasi hadirnya TOP di Layar Drama Indonesia RCTI dan berhasil melambungkan judul sinetronnya tersebut menjadi salah satu drama komedi terfavorit dan paling diminati pemirsa televisi di Indonesia.

Ketenaran TOP bertahan hingga empat tahun pada tanggal 25 April 2019 dan memasuki tahun kelima pada tahun 2020. Berkat TOP, Eza Yayang (Ojak), Furry Setya Raharja (Purnomo), dan Andri Sulistiandri (Tisna) yang didapuk sebagai pemeran utama mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ketiga peran tukang ojek yang dimainkan oleh Eza, Furry, dan Andri menjadi sentral cerita dalam sinetron ini. Selain pemeran utama tersebut, TOP juga diperkuat oleh beberapa pemeran pendukung dengan jumlah lumayan banyak dan memiliki ciri khas mereka masing-masing. Karakter-karakter dalam pemeran pendukung tersebut diperankan oleh beberapa aktris dan aktor seperti Tika Bravani (Denok), Fitri Ayu Maresa (Yuli), Ana Riana (Rinjani), Ranty Purnamasari (Emak) Maman Suparman (H. Murod), Mat Licin (H. Sodik), Otong Lalo (Babe Naim), dan Asep Sunarya (Udin).

Spin-off TOP

Beberapa pemain pendukung yang memerankan karakter yang bekerja sebagai tukang ojek online bernama GOBER seperti Arbani Yasiz (Beben), Jhon Jawir (Jono), Tengku Firmansyah (Ferdi), Henry Chan (Bobby), dan Sonia Alyssa (Bonita) juga turut melengkapi cerita TOP di setiap episodenya. Berkat kesuksesan TOP, Arbani Yasiz didapuk sebagai pemeran utama dalam sinetron terbaru RCTI berjudul GOBER.

“Sejak awal, karakter dalam serial TOP (Tukang Ojek Pengkolan) sudah masuk (crossover) ke dalam serial Preman Pensiun ketika Ani pergi ke Bandung untuk bertemu saudaranya, keluarga Kang Bahar. Setelah itu, Amin, bekas supir keluarga Kang Bahar, lewat jalur Ani masuk ke TOP. Langkah Amin masuk ke TOP disusul oleh Kinasih, Murad, Pipit, Ujang dan Cecep. Selain mengalami crossover, beberapa karakter lain yang cukup menonjol di Preman Pensiun, para tukang copet, pernah dibuatkan serial sendiri (spin-off), yaitu ABC alias "Awas, Banyak Copet!". Sekarang, para tukang ojek online di TOP dan beberapa karakter dari Preman Pensiun akan digabungkan ke dalam serial baru, GOBER. #anp-universe,” dilansir dari akun instagram resmi Aris Nugraha.

GOBER memfokuskan ceritanya pada Arbani Yasiz yang memerankan karakter Beben serta disandingkan dengan Arifah Lubai (Karina) dan Syahra Larez (Savana). Ketiga karakter tersebut menjadi sentral cerita yang masing-masing berinteraksi dengan pemeran pendukung seperti Clara Kaizer (Bunga), Sandi Tile (Amin), dan Angel Natashia (Mita).   

Gambar 3. Poster sinetron GOBER yang merupakan spin-off dari TOP
 (Sumber: instagram.com/mnc_pictures, diakses 13 Januari 2020)

Perolehan Rating

Kesuksesan TOP yang jarang didapat oleh sinetron bergenre komedi lainnya di RCTI tak lantas dicapai dalam waktu setahun dua tahun, melainkan mengalami kenaikan dan penurunan pada masanya. TOP berkali-kali berpindah jam tayang, ketika rating membaik dan cenderung tinggi, ia akan dipindah ke slot prime time yang merupakan slot unggulan milik RCTI. Penonton yang tinggi pada waktu tayang ini menjadi sasaran utama RCTI memindahkan TOP untuk menarik perhatian penonton lebih banyak lagi dan tentunya pasokan iklan yang terus naik. Performa buruk dari TOP juga menjadi dasar kembali berpindahnya sinetron ini ke slot sore hari yang terkenal sebagai slot neraka milik RCTI.

Periode tahun 2019 merupakan awal kebangkitan TOP dengan perolehan rating-nya yang fantastis. TOP sering menempati posisi tertinggi serial drama maupun program televisi seluruh Indonesia. Hal ini menjadi bukti jika TOP masih mampu bersaing dengan sinetron-sinetron baru yang hadir di layar televisi pemirsa Indonesia. Kuartal akhir tahun 2019, TOP mulai menunjukkan pelemahan dari segi perolehan rating dan share-nya. Data kepemirsaan Senin, 30 Desember 2019 menunjukkan performa TOP hanya meraih rating 3,4 serta share 14,3 persen dan kalah dari sinetron Samudra Cinta (SC) yang tayang di SCTV yang menempati posisi puncak dengan perolehan rating 4,6 serta share 19,3 persen.

Gambar 4. Top 40 program drama televisi Senin, 30 Desember 2019
 (Sumber: instagram.com/serialdrama_id, diakses 12 Januari 2020)

SC dan TOP tayang secara head to head pukul 19.10 WIB, SC terbukti merupakan saingan terberat TOP pada jam tayangnya di kuartal awal tahun 2020. Kehadiran SC sejak Senin, 2 Desember 2019 terbukti mulai melemahkan dominansi TOP yang menempati posisi puncak pada beberapa bulan sebelum kemunculan sinetron ini. Hal ini memperlihatkan penurunan TOP, namun masih dapat dikatakan baik jika mengingat masa tayangnya yang hampir mencapai lima tahun.

Penghargaan

TOP memasuki usia keempat pada tahun 2019 semenjak penayangan episode perdananya. Sinetron ini bahkan belum pernah mendapatkan penghargaan hingga penyelengaraan Indonesian Television Awards (ITA) pada Selasa, 24 September 2019 yang disiarkan langsung oleh RCTI. Kali pertama TOP disebutkan sebagai pemenang pada award tersebut merupakan sejarah baru bagi sinetron yang dibintangi oleh Eza Yayang, Furry Setya Raharja, dan Andri Sulistiandri. TOP berhasil meraih penghargaan sebagai Program prime time drama terpopuler dalam ITA 2019. Keberhasilan ini diraih TOP setelah sukses mengalahkan pesaingnya antara lain Cinta Suci (SCTV), Cinta Yang Hilang (RCTI), Dunia Terbalik (RCTI), dan Orang Ketiga (SCTV).

 
Gambar 5. Poster Tukang Ojek Pengkolan sebagai sinetron serial terfavorit PGA 2019
(Sumber: instagram.com/mncp_tukangojekpengkolan.rcti, diakses 13 Januari 2020)

ITA 2019 merupakan awal sejarah bagi TOP dalam dunia sinetron Indonesia yang membawa TOP ke dalam jajaran judul sinetron terbaik pada masanya. TOP juga menjadi nominasi dalam perhelatan ajang penghargaan tertinggi bagi insan pertelevisian Indonesia bertajuk Panasonic Gobel Awards (PGA) yang digelar pada Jumat, 6 Desember 2019 di The Tribrata Dharmawangsa dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Nominasi yang didapatkan berhasil pula dimenangkan oleh TOP sehingga menyingkirkan Anak Langit (SCTV), Cinta Suci (SCTV), Dunia Terbalik (RCTI), dan Orang Ketiga (SCTV) sebagai sinetron serial terfavorit.

Penghargaan yang didapat mampu membuktikan bahwa dominansi Dunia Terbalik (DT) pada dunia sinetron Indonesia mulai dikalahkan pamornya oleh TOP. DT yang juga diproduksi oleh MNC Pictures telah dua kali berturut-turut memenangkan kategori sinetron serial terfavorit pada PGA tahun 2017 dan 2018. Hal ini pula membuktikan konsistensi RCTI yang selalu memenangkan kategori ini melalui sinetron-sinetron yang ditayangkannya.

Fakta Menarik

TOP sebagai sinetron komedi terfavorit di Indonesia mempunyai fakta-fakta menarik yang tidak ada pada penayangan sinetron lainnya. Fakta-Fakta menarik tersebut antara lain:
1). Menampilkan adegan di pagi, siang, atau sore hari saja.
2). Tidak pernah shooting di tempat umum seperti rumah sakit atau mall.
3). Sinetron dengan masa tayang paling lama di RCTI.
4). Sinetron dengan episode terpanjang yang diproduksi oleh MNC Pictures.
5). Sinetron dengan episode terpanjang yang tayang di RCTI.
6). Sinetron dengan episode terpanjang di Indonesia.
7). Sinetron yang masih tayang hingga sekarang dengan episode terpanjang.

Ulasan Penilaian Sinetron dan Pemeran

Ulasan pada TOP dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori serial (meliputi cerita, tokoh, setting, konflik, alur, jam tayang, serta durasi) dan kategori pemeran (meliputi acting, karakter, make up, wardrobe, serta popularitas). Nilai dari setiap indikator dalam dua kategori tersebut seperti pada gambar di bawah ini:

Gambar 6. Papan score sinetron Tukang Ojek Pengkolan
(Sumber: instagram.com/serialdrama_id, diakses 13 Januari 2020)

Keterangan:
Klasemen Akumulasi Score Akhir dibagi menjadi lima yaitu:
1). Sangat Kurang: kurang dari 70
2). Kurang: 70 - 75
3). Cukup: 75 - 80
4). Baik: 80 - 85
5). Sangat Baik: 85 ke atas

Nilai tertinggi untuk kategori serial diraih oleh indikator jam tayang dengan nilai 96, jam tayang TOP berpengaruh terhadap rating yang didapat, hal inilah yang membuat TOP mendapatkan nilai tertinggi untuk indikator jam tayang. Nilai terendah untuk kategori serial diraih oleh indikator konflik dengan nilai 70, konflik dalam TOP terhitung sangat sederhana dan terkesan diulang-ulang pada setiap episodenya, hal inilah yang membuat TOP mendapatkan nilai terendah untuk indikator konflik.

Nilai tertinggi untuk kategori pemeran diraih oleh indikator karakter dengan nilai 96, karakter utama dalam serial TOP sangat khas dan konsisten dengan judulnya yang menandakan jika pemerannya merupakan seseorang yang berprofesi sebagai tukang ojek, hal inilah yang membuat pemeran TOP mendapatkan nilai tertinggi untuk indikator karakter. Nilai terendah untuk kategori pemeran diraih oleh indikator popularitas dengan nilai 78, popularitas pemeran utama dalam serial TOP sebelum membintangi serial ini masih terbilang kalah pamor dengan pemeran utama serial lain yang tayang secara bersamaan, hal inilah yang membuat pemeran TOP mendapatkan nilai terendah untuk indikator popularitas.

Rata-rata yang didapatkan oleh kategori serial TOP adalah 83,43 sedangkan rata-rata yang didapatkan oleh kategori pemeran TOP adalah 88. Akumulasi score akhir untuk ulasan sinetron Tukang Ojek Pengkolan dari kategori serial dan kategori pemeran adalah 85,72 yang masuk ke dalam klasemen ‘Sangat Baik’. (amd, 13/01/2020)


  • Share:

You Might Also Like

0 comments